Manajemen Aset
1. Definisi Manajemen, Aset, dan Manajemen Aset
Definisi Manajemen Menurut Para Ahli
Menurut G. R. Terry (dalam Sugiama, 2010)
"Management is a distinct process consisting of planning, organizing, actuating, and controlling, utilizing each both science and art, and followed in order to accomplish predetermined objective."
Menurut Mescon (dalam Sugiama, 14:2010)
Terdapat proses manajemen yang mencakup empat fungsi dasar yakni: 1) Planning, 2) Organizing, 3) Leading, 4) Controlling. Keempat fungsi dasar tersebut dimaksudkan untuk mengkoordinasikan berbagai sumber daya antara lain tanah, tenaga kerja, modal, dan informasi secara efisien untuk mencapai tujuan organisasi.
Menurut Marwansyah (2009:01)
Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan atas upaya-upaya para anggota organisasi dan atas penggunaan semua sumber daya organisasi yang tersedia untuk mencapai tujuan organisasi. Proses pencapaian tujuan organisasi melalui pelaksanaan fungsi-fungsi perencanaan. pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan.
Menurut Hani Handoko (2000:10)
Manajemen adalah bekerja dengan orang-orang untuk menentukan, menginterpretasikan, dan mencapai tujuan-tujuan organisasi dengan pelaksanaan, fungsi-fungsi perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, personalia, pengarahan, kepemimpinan dan pengawasan.
Definisi Aset Menurut Para Ahli
Menurut Dr. A. Gima Sugiama (Sugiama, 2013:15)
Aset berasal dari istilah asset (bahasa Inggris) yang dalam bahasa Indonesia dikenal dengan istilah "kekayaan".
Aset berdasarkan perspektif ekonomi diartikan sebagai berikut : aset adalah segala sesuatu yang memiliki nilai ekonomi yang dapat dimiliki baik oleh individu, perusahaan, maupun dimiliki pemerintah yang dapat dinilai secara finansial.
Aset menurut sudut pandang ekonomi adalah barang (thing) atau sesuatu barang (anything) dimiliki oleh seseorang, sebuah organisasi baik swasta maupun pemerintah yang memiliki:
1. Nilai ekonomi (economic value)
2. Nilai komersial (commercial value)
3. Nilai tukar (exchange value)
Menurut Munawir (Munawir, 2007:30)
Aset adalah sarana atau sumber daya yang memiliki nilai ekonomis yang mampu menunjang perusahaan dalam harga atau perolehan atau nilai wajarnya yang harus diukur secara objektif.
Menurut Hidayat (Hidayat, 2011:4)
Definisi aset adalah barang atau benda yang bergerak dan juga tidak bergerak, baik yang berwujud (tangible) maupun yang tidak berwujud (intangible), dimana keseluruhan hal tersebut mencakup aset atau harta aset dari suatu organisasi, instansi, badan usaha ataupun perorangan.
Menurut Siregar (Siregar, 2004:178)
Pengertian aset adalah barang (thing) atau sesuatu barang (anything) yang memiliki nilai guna atau ekonomi (economic value), nilai komersial (commercial value) atau nilai tukar (exchange value) yang dimiliki oleh suatu badan usaha atau perorangan.
Definisi Manajemen Aset Menurut Para Ahli
Menurut Dr. A. Gima Sugiama (Sugiama, 2013:15)
Manajamen aset adalah ilmu dan seni untuk memandu pengelolaan kekayaan yang mencakup proses merencanakan kebutuhan aset, mengadakan, menginventarisasi, melakukan aspek legal, menilai, mengoperasikan, memelihara, membaharukan atau menghapuskan hingga mengalihkan aset secara efektif dan efisien.
Menurut Dr. A. Gima Sugiama (Sugiama, 2017)
Manajamen aset adalah ilmu dan seni merencanakan, melaksanakan, dan mengendalikan semua rangkaian kegiatan dalam merencanakan kebutuhan aset, mendapatkan, melengkapi aspek legal, menginventarisasi, menilai, mengoperasikan, memelihara, menghapuskan atau mengalihkan aset tersebut secara efektif dan efisien agar aset bernilai tinggi.
Menurut Brinkman (1999)
"Asset management is a process to manage demand and guide acquistion, use adn disposal of assets to make the most of their service delivery potential, and manage risks and cost over their entire life."
Menurut Dolli D. Siregar (2004)
Manajemen aset adalah suatu profesi atau keahlian yang belum sepenuhnya berkembang atau populer di lingkungan pemerintahan atau juga di satuan kerja atau instansi.
Menurut Danylo dan Lamer (1999)
Manajemen aset adalah metodologi untuk secara efisien serta adil untuk mengalokasikan sumber daya di antara tujuan dan sasaran yang valid serta bersaing.
2. Jenis-Jenis Aset
Menurut Dr. A. Gima Sugiama, keragaman aset dapat dikelompokkan menjadi beberapa bagian :
Berdasarkan wujudnya
1. Aset berwujud atau tangible asset adalah kekayaan yang dapat dimanifestasikan secara fisik dengan menggunakan panca indera. Contoh aset berwujud antara lain berupa :
a. Tanah atau lahan
b. Bangunan
c. Infrastruktur misal jalan raya, jembatan, irigasi, waduk
d. Peralatan dan perlengkapan pabrik atau plant and machinery
e. Peralatan dan perlengkapan kantor misal meubel atau furniture
f. Persediaan barang
g. Sumber daya alam
2. Aset tidak berwujud atau intangible asset adalah kekayaan yang manifestasinya tidak berwujud secara fisik yakni tidak dapat disentuh, dilihat, atau tidak bisa diukur secara fisik, namun dapat diidentifikasi sebagai kekayaan secara terpisah, dan kekayaan ini memberikan manfaat serta memiliki nilai tertentu secara ekonomi sebagai hasil dari proses usaha atau melalui waktu. Aset ini antara lain berupa:
a. Hak paten misal sebuah formulasi produk
b. Hak cipta atau copyright atas sebuah karya
c. Nama baik sebuah organisasi/perusahaan atau Goodwill
d. Hak merek dagang
e. Hak atas usaha waralaba atau franchise
Secara lebih spesifik, intangible assets dapat dikelompokkan ke dalam dua bentuk utama yakni:
a. Aset tidak berwujud hukum atau aset generik intelektual adalah kekayaan yang menghasilkan hak milik secara hukum dan dapat dipertahankan dalam pengadilan hukum atas kepemilikannya, misal hak cipta, paten, merek dagang, dan hak atas rahasia dagang seperti daftar nama pelanggan.
b. Aset tidak berwujud kompetitif adalah kekayaan yang dihasilkan dari rangkaian aktivitas misal hasil dari akibat kegiatan kolaborasi, dan kegiatan kolaborasi beberapa pihak secara struktural.
Berdasarkan tujuannya
1. Aset untuk tujuan komersial misal aset yang dimiliki perusahaan guna mencari laba. Contohnya tanah dan bangunan pertokoan.
2. Aset tujuan non komersial seperti aset pemerintah untuk pelayanan publik. Contohnya aset pemerintah seperti jalan raya, waduk dan irigasi, rumah sakit, sekolah, dll.
3. Siklus Aset
Berikut ini adalah siklus aset menurut Dr. A. Gima Sugiama (Sugiama, 2017):
1. Perencanaan kebutuhan aset
2. Pengadaan aset
3. Pemenuhan aspek legal
4. Inventarisasi aset
5. Penilaian aset
6. Pengoperasian aset dan pemeliharaan aset
7. Pembaharuan/rejuvenasi aset
8. Penghapusan aset
9. Pemusnahan atau pengalihan aset
![]() |
| Sumber: Sugiama, 2017 |
4. Fungsi Aset
Menurut Dr. A. Gima Sugiama, ada 9 fungsi dalam manajamen aset (Sugiama, 2017):
1. Merencanakan kebutuhan aset
2. Mengadakan aset
3. Mengaudit & melengkapi aspek legal
4. Mengventarisasi aset
5. Menilai aset
6. Mengoperasikan aset
7. Memelihara aset
8. Menghapuskan aset
9. Mengalihkan atau memusnahkan aset
Berikut ini merupakan salah satu contoh aset yang saya minati yaitu real estate. Contoh yang saya pilih adalah Pasar Desa Cilimus yang berada di Kabupaten Kuningan.
Sugiama, A. Gima. 2013. Manajemen Aset Pariwisata. Bandung: Guardaya Intimarta.
Safitri, Arianna. 2019. Manajemen Aset. https://ariannassaldi.blogspot.com/2019/10/whatis-management-asset-kita.html
seputarpengetahuan.co.id. 2019. Pengertian Manajemen Aset, Menurut Ahli, Tujuan dan Siklusnya. https://www.seputarpengetahuan.co.id/2019/11/manajemen-aset.html#:~:text=Menurut%20Gima%20Sugiama%2C%20Manajemen%20aset,aset%20secara%20efektif%20serta%20efisien
Setiawan, Wahyu. 2019. 10 Definisi Aset Menurut Para Ahli dan Institusi Secara Lengkap. https://akuntanmuslim.com/definisi-aset/#:~:text=Menurut%20Siregar%20(2004%3A%20178),suatu%20badan%20usaha%20atau%20perorangan
Ummah, Miftahul. 2020. Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli dan Fungsinya. https://portalsurabaya.pikiran-rakyat.com/iptek/pr-22379776/pengertian-manajemen-menurut-para-ahli-dan-fungsinya?page=3




Komentar
Posting Komentar